Jumat, 06 Januari 2017

Individu keluarga dan masyarakat

Individu keluarga dan masyarakat

Ilmu Sosial Dasar (Individu, Keluarga dan Masyarakat)

 Hasil gambar untuk individu keluarga dan masyarakat

Individu, Keluarga, dan Masyarakat
 Hasil gambar untuk individu keluarga dan masyarakat
Individu berasal dari kata latin ‘individuum’ artinya yang tak terbagi atau satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Makna manusia menjadi Individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses Individualisasi atau aktualisasi diri merupakan proses peningkatan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri.
Keluarga diambil dari bahasa Sanskerta “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota” yaitu lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang merupakan suatu komponen kecil dalam masyarakat. Kelompok inilah yang menghasilkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun sesudah terjun langsung secara individual di masyarakat.
Masyarakat yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya sudah dijelaskan yaitu sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut dari pengertian menurut pandangan istilah society. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Menurut Drs. JBAF Mayor Polak, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas sub kelompok. Jadi, masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan, masyarakat dapat digolongkan menjadi dua yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Yang dimaksud masyarakat sederhana yaitu masyarakat yang memiliki pola pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin dikarenakan pola nya berdasarkan kemampuan fisik individu tersebut. Sedangkan yang dimaksud masyarakat maju adalah masyarakat yang mempunyai organisasi masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama akan kebutuhannya.
Dalam masyarakat maju, dibedakan menjadi dua kelompok yaitu masyarakat non industri dan masyarakat industri. Tujuan dari masyarakat non industri yaitu masyarakat yang kemampuan dan profesinya lebih memberikan jasa-jasanya dalam sosialisai. Sedangkan tujuan masyarakat industri, masyarakatnya lebih mempunyai keterampilan untuk menghasilkan sesuatu. Contoh profesi masyarakat industri yaitu misalnya koki.

Pertumbuhan Individu
 Hasil gambar untuk individu keluarga dan masyarakat
Pertumbuhan adalah perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju atau dewasa. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
• Pertumbuhan Nativistik, pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
• Pendirian empiristik dan environmentalistik, pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan dan konsekuensinya.
• Konvergensi da interaksionisme, yaitu pertumbuhan individu ditentukan oleh interaksi antara dasar (bakat) dan lingkungan.
Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
– Masa vital (umur 0-2th) yaitu masa untuk mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya karena pada masa itu seorang individu baru dilahirkan di dunia
– Masa Estetik (umur 2-7th) yaitu masa yang mempelajari panca indra pada tubuh individu tersebut
– Masa intelektual (umur 7-13/14th) yaitu masa dimana sudah mulai mempelajari segala hal tentang sosialisasi dan mempelajarinya di lingkungan keluarga dan sekolah
– Masa remaja (umur13/14 – 20/21th) yaitu masa dalam pembelajaran mengetahui suatu hal baik dan buruk yang akan menentukan pembentukan karakter dimasa yang akan datang.
– Masa usia mahasiswa dimana sudah dapat menguji diri lebih lanjut dalam kehidupan serta menghasilkan suatu keterampilan dan kemampuan untuk membuat pendirian hidup.

Fungsi Keluarga
 Hasil gambar untuk individu keluarga dan masyarakat
Keluarga mempunyai perannya masing-masing dalam sosialisasi di lingkungannya. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu.
Macam-macam fungsi keluarga :
• Fungsi biologis yaitu keluarga dapat memberikan persiapan perkawinan bagi anak-anaknya berupa pengetahuan kehidupan bereproduksi suami-istri, pengetahuan mengatur rumah tangga, pengetahuan tugas suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak.
• Fungsi pemeliharaan yaitu keluarga dapat memberikan perlindungan seperti menyediakan rumah sebagai tempat berlindung, memelihara kesehatan, memberikan pengamanan dari bahaya.
• Fungsi ekonomi berarti keluarga berkewajiban memberikan kebutuhan pokok seperti sandang pangan dan tempat tinggal
• Fungsi keagamaan yaitu keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mengamalkan ajaran-ajaran agama sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Fungsi sosial berarti keluarga berperan untuk memperkenalkan nilai-nilai dan sikap yang dianut oleh masyarakat pada anak-anaknya seperti mempelajari peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak. Dalam fungsi ini keluarga diharapkan menjadi pewarisan kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan seperti sopan santun bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan.

Individu, Keluarga, dan Masyarakat
 Hasil gambar untuk individu keluarga dan masyarakat
Kehidupan sosial manusia pasti mempunyai aktifitas sosial dalam hidupnya. Aktifitas sosial itu seperti antar Individu, sampai antar kelompok. Dalam suatu populasi manusia pasti akan membentuk sebuah kelompok, dan sebuah kelompok adalah sekumpulan suatu individu. Pada bab ini akan menjelaskan kaitannya Individu, Keluarga dan Masyarakat.
Masyarakat tidak akan terbentuk jika tidak ada sekumpulan banyak keluarga, begitu juga Keluarga tidak akan terbentuk jika hanya punya satu Individu. Yang artinya Individu jika bertemu Individu yang lain akan membuat suatu Keluarga atau suatu kelompok yang akan terbentuk menjadi Masyarakat.
Dalam Ilmu Sosial Dasar yang mengkaji tentang masalah-masalah sosial, Individu, Keluarga dan Masyarakat juga mempunyai masing-masing masalah sosial yang perlu dibahas. Dalam setiap Individu, manusia mempunyai sifatnya masing-masing. Sifat-sifat atau kepribadian itulah yang biasanya bisa berdampak positif dan negatif pada suatu keluarga dan masyarakat.
Suatu Individu yang mempunyai sifat positif maka bisa mendapatkan kemajuan dalam bersosialisasi di lingkungannya, sedangkan suatu individu yang mempunyai sifat negatif bisa berdampak buruk untuk keluarga maupun masyarakat. Contoh sifat negatif tersebut misalnya, seorang satu individu yang mempunyai sifat pemarah bisa membuat kalangan anggota suatu keluarga menjadi ikut seperti individu itu yaitu menjadi pemarah. Satu individu yang mempunyai sifat tersebut bisa saja tidak disukai masyarakat yang ada disekitarnya.
Dari suatu sifat negatif seperti itu saja bisa menimbulkan masalah sosial. Masalah sosial tersebut misalnya individu yang memiliki sifat pemarah akan dijauhkan oleh masyarakat, dan individu itu pun bisa mencoba menyulut amarah individu lain agar diperhatikan.

Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu, Keluarga dan Masyarakat mempunyai hubungan erat karena masyarakat dibentuk melalui individu-individu yang sadar akan perannya. Dan keluarga pun terbentuk dari satu individu dan individu lainnya dan menghasilkan satu individu yang lain. Manusia juga sebagai makhluk sosial juga akan membentuk suatu kelompok yang terdiri dari individu yang karakternya berbeda-beda.
Individu mempunyai makna yaitu manusia merupakan makhluk yang mempunyai satu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagian keseluruhan, sebagai kesatuan. Untuk menjadi individu yang mandiri, manusia mengalami proses. Proses tersebut adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama.
Makna Keluarga dalam kehidupan yaitu untuk mengajari suatu individu tentang dunia dari suatu kelompok terdekat karena keluarga adalah sekumpulan individu yang paling dekat dengan individu tersebut. Keluarga merupakan satu kesatuan sosial yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama dalam kesatuan masyarakat. Masyarakat yaitu sekumpulan kelompok dari beberapa individu yang bersosialisasi. Individu-individu yang bekerja sama akan menghasilkan kelompok masyarakat yang sejahtera.

Urbanisasi
Hasil gambar untuk urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan tempat tinggal penduduk dari desa ke kota. Orang yang melakukan hal ini disebut urban. Urbanisasi dari sudut pandang sosial dapat menimbulkan masalah sosial. Masalah sosial tersebut seperti masalah ekonomi karena terlalu banyaknya penduduk di suatu tempat sehingga kekurangan bahan pangan ataupun untuk mengurangi penduduk dikarenakan padatnya penduduk sehingga menimbulkan lingkungan kumuh. Urbanisasi mempunya faktor-faktor yaitu faktor penarik, pendorong.
Faktor penarik :
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
Faktor pendorong :
• Lahan pertanian semakin sempit
• Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
• Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
• Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
• Diusir dari desa asal
• Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Walaupun urbanisasi berdampak dalam masalah sosial tetapi ternyata mempunyai keuntungan meskipun dapan mengakibatkan sisi negatif. Berikut keuntungan dan akibat dari urbanisasi.
Keuntungan urbanisasi :
– Memoderenisasikan warga desa
– Menambah pengetahuan warga desa
– Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
– Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Akibat urbanisasi :
1. Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal

sumber: https://yellowreddk.wordpress.com/2014/10/11/ilmu-sosial-dasar-individu-keluarga-dan-masyarakat/

Masyarakat dan Kebudayaan

Masyarakat dan Kebudayaan



Pengertian Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Antropologi - Ralph Linton, seorang ahli antropologi mendefinisikan kebudayaan sebagai seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang manapun dan tidak mengenai sebagian dari cara hidup itu yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan. Sementara pengertian dari dinamika ialah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan.
Dinamika juga berarti adanya interaksi antara anggota kelompok dengan kelompoknya secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi selama ada kelompok, semangat kelompok, yang terus menerus ada dalam kelompok itu yang mana kelompok itu bersifat dinamis, artinya dapat selalu berubah dalam setiap keadaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dinamika kebudayaan adalah cara kehidupan masyarakat yang selalu bergerak, berkembang dan menyesuaikan diri dengan setiap keadaan. Dari adanya ketidakpuasan masyarakat, sehingga masyarakat berusaha mengadakan penyesuaian.
Pengertian Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Antropologi_
image source: www.sv.uio.no

Penyebab perubahan bisa saja bersumber dari dalam masyarakat, dari luar masyarakat atau karena faktor lingkungan alam sekitarnya. Faktor perubahan yang bersumber dari dalam masyarakat antara lain adalah :
  1. Faktor demografi: yaitu bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk. Sebagai gambaran pertambahan penduduk yang saangat cepat di pulau Jawa menyebabkan perubahan struktur kemasyarakatan, terutama yang berkaitan dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pemahaman terhadap hak atas tanah, sistem gadai tanah, dan sewa tanah yang sebelumnya tidak dikenal secara luas.
  2. Penemuan baru: proses perubahan yang besar pengaruhnya tetapi terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut sebagai inovasi.
  3. Pertentangan atau konflik dalam masyarakat: dapat menjadi sebab timbulnya perubahan kebudayaan. Pertentangan yang terjadi bisa antara orang perorangan, perorangan dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Sebagai contoh pertentangan antar kelompok yaitu pertentangan antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan antar generasi kerapkali terjadi pada masyarakat-masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern.
  4. Pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri: perubahan yang terjadi sebagai akibat revolusi merupakan perubahan besar yang mempengaruhi seluruh sistem lembaga ke masyarakat.
Konsepsi Mengenai Pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan

Ada tiga konsep utama yang perlu diketahui dalam memahami pergeseran masyarakat yakni :
  1. Internalisasi;
  2. Sosialisasi; dan
  3. Enkulturasi.

Dan melalui penyebaran budaya secara geografis akibat perpindahan bangsa-bangsa proses pergeseran masyarakat dan budaya melalui proses :
  • Difusi ;
  • Akulturasi
  • Inovasi; dan
  • Penemuan Baru
Internalisasi

Koentjaraningrat mengungkapkan bahwa proses internalisasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup individu, yaitu mulai saat ia dilahirkan sampai akhir hayatnya, sepanjang hayatnya seorang individu terus belajar untuk mengolah segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang kemudian membentuk kepribadiannya. Menurut Effendi, R internalisasi adalah proses pengembangan potensi yang dimiliki manusia yang dipengaruhi, baim lingkingan internal dalam diri manusia itu maupu eksternal, yaitu pengaruh dari luar manusia.Dapat disiimpulkan, bahwa proses internalisasi merupakan proses pengembangan atau pengolaan potensi yang dimiliki manusia, yang berlangsung sepanjang hayat, yang dipengaruhi oleh lingkungan internal maupun eksternal. Menurut Fathoni, A proses internalisasi tergantung dari bakat yang dipunyai dalam gen manusia untuk mengembangkan berbagai macam perasaan, hasrat, nafsu dan emosinya. tetapi semua itu juga tergantung pada pengaruh dari berbagai macam lingkungan sosial dan budayanya.

Manusia mempunyai bakat yang telah terkandung dalam gen-nya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan, hasrat, nafsu serta emosi dalam kepribadian individunya namun wujud dan pengaktifannya berbeda-beda dipengaruhi oleh stimuli yang ada pada alam sekitar dan lingkungan sosial dan budayanya.Seperti bayi yang baru lahir, ada rasa tidak nyaman ketika keluar dari rahim ibunya, dimana selama ini merasa begitu nyaman di sana. Maka ia akan menangis, namun setelah di gendong, diselimuti, diberikan kepada ibunya untuk disusui, dia kembali merasakan rasa aman yang selama ini telah terinternalisasi kedalam dirinya selama berada di rahim. Sang bayi jadi tenang, tidak menangis dan bahkan tertidur lelap. Begitupun dengan kehidupannya berikutnya, dari hari ke hari dia akan menjalani banyak pengalaman hidup hingga ia bisa “merekam” rasa senang, sedih, bahagia, simpati, cinta, benci, dsb. Semua hal tersebut dipelajari dengan proses internalisasi.

Sosialisasi

Proses sosialisasi bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan system sosial. Dalam proses tersebut, seorang individu dari masa anak-anak hingga dewasa belajar mengenai pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu yang menduduki beraneka peranan sosial yang ada dalam kehidupan. Individu dalam masyarakat yang berbeda-beda akan mengalami proses sosialisasi yang berbeda-beda karena prose situ banyak ditentukan oleh susuanan kebudayaan serta lingkungan sosial yang bersangkutan.

Menurut Effendi, R syarat terjadinya proses sosialisasi adalah:
  1. Individu harus diberi keterampilan yang dibutuhkan bagi hidupnya kelak dimasyarakat.
  2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis dan berbicara.
  3. Pengendalian fungsi-funsi organic harus dipelajari melalui latihan-latihan.
  4. Individu harus dibiasakan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada pada masyarakat.

Enkulturasi

Dalam bahasa Indonesia, enkulturasi juga dapat dikatan sebagai pembudayaan dimana dalam proses tersebut seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, system norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaan.

Difusi

Yang dimaksud dnegan difusi yakni penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan sejarah keseluruh dunia. Contohnya kebudayaan yang dibawa oleh orang-orang yang bermigrasi ke suatu tempat. Di Indonesia contohnya ACEH yang merupakan singkatan dari Arab-China-Eropa-Hindia, disana berbaur berbagai macam masyarakat yang memiliki kebudayaan asal sebelum akhirnya tinggal dan menetap di Aceh. Saat ini proses difusi tidak selalu dibawa dengan proses migrasi orang-orang dari satu tempat ke tempat lain, namun bisa dengan media informasi seperti surat kabar, majalah, buku, radio, film dan televisi.

Akulturasi

Yakni proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah oleh kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Penilitian akulturasi dimulai sekitar tahun 1910 dan semakin banyak pada tahun 1920, penelitian tersebut bersifat deskriptif dengan melukiskan satu peristiwa akulturasi yang kongkret pada satu atau beberapa suku bangsa tertentu yang sedang mendapat pengaruh unsure-unsur kebudayaan Ero-Amerika. Setelah Perang Dunia ke-II, penelitian terhadap masalah akulturasi semakin besar lagi.

Sejak kecil proses akulturasi
sudah dimulai dalam alam pikiran manusia, mula-mula dari lingkungan keluarga, kemudian teman bermain, lingkungan masyarakat dengan meniru pola perilaku yang berlangsung dalam suatu kebudayaan. Oleh karena itu proses akulturasi disebut juga dengan pembudayaan. Akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan satuan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan itu sendiri.

Proses akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integasi antara unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri. Dengan demikian, unsur-unsur kebudayaan asing tidak lagi dirasakan sebagai hal yang berasal dari luar, tetapi dianggap sebagai unsur-unsur kebudayaan sendiri. Contoh akulturasi yakni saat datangnya kapal-kapal Portugis ke Maluku di Banda, idore, Ternate lalu NusaTenggara. Proses akulturasi terjadi selama 3 abad, sehingga disadari atau tidak telah banyak terjadi perpaduan budaya di daerah-daerah tersebut, bahkan sudah menjadi budaya tersendiri yang diwariskan kepada anak-cucu.

Asimilasi

Asimilasi merupakan proses sosial yang timbul apabila ada :
  • Golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda;
  • Saling bergaul langsung secara intensif untku waktu lama, sehingga
  • Kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsure-unsurnya masing-masing berubah wujud menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

Kasus asimilasi banyak terjadi di Amerika Serikat, dimana timbul berbagai masalah yang berhubungan dengan adanya individu-individu dan kelompok imigran yang berasal dari berbagai suku bangsa di Eropa, yang mempunya kebudayaan yang berbeda-beda. Di Indonesia banyak golongan khusus, baik yang berupa suku bangsa, lapisan sosial, golongan agama, pengetahuan mengenai seluk-beluk asimilais dari tempat-tempat lain di dunia menjadi penting sekali sebagai bahan perbandingan.

Perputaran Budaya

Perputaran Budaya Menurut Stuart Hall

Berikut adalah diagram perputaran budaya (circuit of culture) menurut Stuart Hall :

Pengertian Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Antropologi 2_
Budaya merupakan salah satu konsep sulit dalam ilmu sosial dan ada banyak cara untuk mendefinisikannya. Dalam masyarakat tradisonal budaya sering diartikan sebagai “hal terbaik yang pernah dipikirkan dan dikatakan” dalam sebuah masyarakat. Sebuah perwujudan ide besar yang ditampilkan dalam bentuk karya klasik literature, lukisan, music dan filosofi. Dalam dunia yang lebih modern budaya diartikan sebagai penyebaran secara meluas prosuk-produk busaya seperti musik pop, penerbitan, seni, disain dan sastra, aktivitas kesenangan lainnya yang membuat hidup dunia kebanyakan manusia biasa, yang dikenal juga dengan budaya missal atau budaya popular. Dimana dalam antropologi dibahas mengenai berbagai macam gaya hidup orang-orang dari berbagai macam ras dan suku bangsa.

Dalam Perubahan/Pergeseran Budaya (culture turn) penting untuk benar-benar memahami definisi budaya. Budaya tidak hanya sekedar produk seperti novel, lukisan, tv program ataupun komik, namun budaya adalah sebuah proses, seperangkat aktivitas (set of practices). Pada dasarnya, budaya konsern pada pemberian makna dan pertukaran makna antar sesame anggotamasyarakat. Bagaimana dua atau tiga orang dikatan memiliki budaya yang sama yakni ketika mereka memiliki interpretasi yang sama, cara yang sama dalam mengekspresikan diri mereka ke dunia luar. Oleh karena itu, budaya bergantung pada kesamaan pemaknaan orang-orang akan apa yang terjadi dengan diri dan sekitar mereka.
Budaya merupakan perasaan, penerimaan dan emosi yang terkonsep dengan baik yang ditunjukan pada lingkungannya, hal inilah yang disebut sebagai “representation”. Sebuah proses dimana manusia ingin menyampaikan pesan tentang bagaimana dirinya ingin dipahami oleh orang lain, a process to send messages. Ibnu Kaldun, menyampaikan bahwa kemampuan dalam proses menyampaikan pesan tersebut sebagai malakah (kemampuan dan keistimewaan). Jika tercipta pada seseorang atau kelompok masyarakat suatu malakah untuk menyusun kata agar berbentuk suatu ungkapan yang sesuai dengan maksud dan tujuan dengan mempertimbangkan pemakian susunan yang sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi.

Malakah hanya dapat diperoleh dengan berulang-ulangnya kejadian. Sebab, pada mulanya, suatu perbuatan terjadi lalu setelah itu muncul suatu sifat yang menjelaskannya. Kemudian sifat ini terjadi berulang-ulang maka jadilah dia Hal. Hal adalah sifat yang belum kuat, kemudian setelah kejadian ini makin banyak dan berulang, maka inilah yang disebut dengan malakah yaitu sifat yang tertancap kuat atau oleh Stuart Hall didefinisikan sebagai message.

Seorang pembicara dalam Bahasa Arab, mekita mempunyai malakah bahasa Arab, maka ida akan mendengarkan bahasa dari penduduk negerinya. Bahasa tersebut digunakan dalam mengutarakan maksud, serta cara mengungkapkannya, sebagaimana anak kecil mendengarkan penggunaan kosa kata saat pertama kalinya dan menirukannya. Lalu anak tersebut mulai mendengarkan susunan yang dipakai dan menirukannya, sehingga kemudian ia sering mendengarkan penggunaan kata tersebut pada setiap kesempatan dan dari berbagai pembicara, dengan penggunaan yang berulang-ulang, akhirnya hal itu menjadi suatu malakah atau sifat yang tertancap kuat yang membuatnya tak ubahnya salah satu dari mereka (yang sudah ahli berbahasa). 
Demikianlah suatu bahasa berjalan dari satu generasi ke generasi dan dipejalari oleh orang non-Arab dan anak-anak. Inilah makna apa yang disampaikan oleh orang awam bahwa bahasa mempunyai karakter yang disandarkan pada malakah yang ada pada saat pertama kali bahasa tersebut diambil dari mereka, bukan pihak lain. Proses inilah yang dinamakan produksi dan internalisasi budaya.

Lebih jauh lagi Hall menyatakan bahwa representasi merupakan sistem penghubung antara bahasa (baik secara verbal mapun visual) dan kultur. Terdapat dua prinsip representasi sebagai produksi makna melalui bahasa yaitu:

  1. Mengartikan dalam pengertian menjelaskan atau menggambarkan sesuatu dalam pikiran dengan sebuah gambaran imajinasi untuk menempatkan persamaan dalam pikiran kita.
  2. Representasi menjelaskan konstruksi makna sebuah symbol. Dengan prinsip ini berarti representasi digunakan untuk menjelaskan (konstruksi) makna sebuah simbol, sehingga kita dapat mengkomunikasikan makna objek melalui bahasa kepada orang lain yang bisa mengerti dan memahami konvensi bahasa yang sama Menurut Stuart Hall, representasi menunjuk pada proses maupun produk dari pemaknaan suatu tanda. Ia merupakan bagian yang esensial dari proses dimana makna dihasilkan atau diproduksi. Representasi ini, pada puncaknya akan membentuk identitas seseorang atau kelompok.
Sedangkan “production” yang ada dalam circuit of culture ingin menegaskan bahwa dalam kenyataannya proses representasi yang dilakukan seseorang atau kelompok tertentu akan dilalui dengan berbgaia cara dan jalur tertentn dengan berbagai macam proses dan tindakan. Siapa kita, siapa suatu bangsa akan tercipta melalui proses interaksi yang berlangsung konstan dengan berbagai macam grup/kelompok/masyarakat. Produksi merupakan salah satu elemen dari beberapa elemen yang terdapat dalam circuit of culture, antara lain: produksi (production), konsumsi (consumption), regulasi (regulation), representasi (representasion), dan identitas (identity). Hubungan antara satu elemen dengan elemen yang lain dalam circuit of culture merupakan hubungan yang dialogis dan tidak mempunyai pola yang pasti, absolut dan esensial. Produksi hanyalah salah satu elemen dalam circuit of culture yang tidak dapat dipisahkan dari isu representasi, identitas, konsumsi, dan regulasi.

sumber: http://www.ilmupsikologi.com/2015/11/Pengertian.Dinamika.Masyarakat.dan.Kebudayaan.Antropologi.html
sumber:  image source: www.sv.uio.no

PERAN TEKNOLOGI ENERGI TERBARUKAN UNTUK MASYARAKAT



TEMA : TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT
SUBTEMA  : PERAN TEKNOLOGI ENERGI TERBARUKAN UNTUK MASYARAKAT

                                                                                                  Sumber google
                Kebutuhan masyarakat akan energi  tentu tidak dapat dipisahkan lagi saat ini. Setiap harinya penggunaan energi semakin hari semakin bertambah, sehingga timbul krisis energi  dikarenakan tidak dapat dipenuhinya kebutuhan akan energi bagi masyarakat.
                Sekarang ini sebagian besar kebutuhan energi masih didominasi oleh energi fosil yang artinya tidak dapat diperbarui lagi. walau tidak dapat diperbarui lagi energi fosil masih tetap digunakan karena belum memadainya teknologi energi terbarukan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat banyak. Lagi pula persediaan energi fosil setidaknya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat sampai tahun 2043.
                Namun, meskipun begitu  energi fosil tetap lah energi fosil yang sewaktu waktu dapat habis dan tidak dapat diperbarui lagi. jika kita tidak memulai dari sekarang, apakah kita akan menunggu sampai hari dimana kita kehabisan energi fosil? dan tidak tahu apa yang harus dilakukan karena tidak adanya energi cadangan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari hari. jika kita tetap bergantung pada energi fosil maka permasalahan yang akan dihadapi oleh masyarakat kedepannya akan menjadi lebih kompleks dan sulit terpecahkan. Itulah sebabnya mengapa kita harus mulai melirik dan mempertimbangkan energi terbarukan untuk mencukupi kebutuhan energi sehari hari kita dari sekarang.


                                                                           sumber google:  Kilang Minyak Bumi
               
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi untuk menghasilkan energi yang besar yang berasal dari energi terbarukan masih lah terbatas. Terutama di Indonesia, tercatat Indonesia dalam pemenuhan energinya masih sangat bergantung pada energi fosil, terutama minyak bumi dan gas. Penggunaan minyak bumi yang dikonversikan menjadi energi listrik adalah sekitar 80GWe yang ditaksir angka tersebut baru dapat dicapai pada tahun 2025. Bandingkan dengan penggunaan energi terbarukan yang berasal dari berbagai macam sumber seperti energi angin, geothermal, matahari, air, dll. Yang apabila ditotal sekitar 80GWe(Media Indonesia, 4 Agustus 2010). Artinya penggunaan energi terbarukan baru dapat menghasilkan energi yang sama dengan energi fosil, setelah seluruh energi tersebut disatukan. Ini berarti apabila hanya mengandalkan satu sumber energi terbarukan tidak lah efisien.
                Namun, walau pun terlihat pesimistis dalam penggunaan energi  terbarukan untuk dijadikan sebagai sumber energi utama yang akan diberikan kepada masyarakat luas bukan lah suatu kesalahan. Karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Energi fosil pasti akan habis. Cepat atau lambat energi fosil pasti akan habis. Maka sudah jelas walau data dilapangan masih menunjukkan hasil yang belum memuaskan akan tetapi apabila kita tetap optimis, kita pasti dapat beralih dari pengguna energy fosil menjadi pengguna energi terbarukan. Karena masih ada sekitar 25 tahun lebih untuk menemukan teknologi yang tepat agar dapat memanfaatkan dan menghasilkan energi terbarukan yang cukup banyak yang dapat menggantikan posisi dari energi fosil tersebut.
                Sebenarnya ada alternative energi lain yang dapat digunakan sebagai pengganti energi fosil. Namun energi ini bukan termasuk dalam energi terbarukan karena dapat habis juga, walau dengan waktu yang relative lebih lama dibandingkan dengan minyak bumia dan gas alam. Energi yang dimaksud adalah energi Nuklir. Ya energi nuklir sebenarnya dapat menjadi opsi yang sangat bagus dalam pemakaian energi masa depan. Energi ini mempunyai tingkat efisiensi yang sangat tinggi. Energi nuklir sendiri berasal dari uranium yang dipanaskan agar dapat melepas energinya. Penggunaan uranium agar dapat digunakan sebagai energi nuklir adalah dengan cara melepaskan electron electron yang terkandung didalamnya.

                                            TVA Watts Bar Nuclear Power Plant |Photo courtesy of Tennessee Valley Authority

                Namun penggunaan nuklir disini berbeda dengan penggunaan nuklir yang biasa tersematkan pada bom nuklir yang mematikan. Dalam penggunaan energi nuklir pelepasan energinya diatur sedemikian rupa sehingga dapat dikendalikan. Berbeda dengan nuklir yang berada dalam bom nuklir yang sengaja dibuat sedemikan rupa agar energi yang dilepaskan tidak terkendalikan dan mematikan.

                                                                                                   Ledakan Bom Nuklir Fat Man
                Sebenarnya sangat menarik apabila kita juga membahas penggunaan energi nuklir untuk energi masa depan. Namun saat ini penulisan sekarang akan berfokus pada pembahasan energi yang terbarukan. Karena apabila energi nuklir juga dibahas, maka pembahasan yang ada tidak akan seimbang.
Maka dari itu pembahasan akan kembali membahas tentang energri yang dapat diperbarui dan dapat digunakan sebagai alternative penggunaan energi di masa depan.
            Ada beberapa keuntungan yang dapat diambil dari penggunaan energi terbarukan, yang dimana keuntungan ini akan sangat dibutuhkan bagi masyarakat keuntungan yang didapat diantaranya adalah :

1.) Ramah Lingkungan
                Salah satu keunggulan dari energi terbarukan adalah kemampuannya dalam mengurangi kerusakan yang ditimbulkan kealam bebas. Kelebihan ini tidak bisa dipungkiri lagi karena memang bahan dasar dalam energi ini adalah bahan yang memang sudah tersedia di alam bebas. Seperti energi angin, matahari, dan panas bumi. Energi-energi tersebut dapat dikonversi menjadi energi lain, seperti energi listrik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Perubahan energi ini dapat dilakukan terus menerus selama alat yang digunakan untuk mengkonversi energi energi tersebut dapat berjalan dengan lancar. Penggunaan dari energi terbarukan ini hampir tidak memiliki zat buang yang berbahaya untuk bumi dan lingkungan sekitar. Inilah yang membuat energi terbarukan menjadi sangat ramah lingkungan.

2.) Jumlahnya  Berlimpah
                Energi terbarukan ini jumlahnya sangat berlimpah di alam dan tentu saja dapat diperbarui lagi. kelebihan ini sangat penting mengingat di masa yang akan datang otomatis kebutuhan akan energi juga akan meningkat. Dengan jumlahnya yang melimpah di alam dan tidak pernah habis membuat energi terbarukan ini menjadi pilihan yang menjanjikan.

3.) Sumber Energi Gratis
                Yang diperlukan untuk mendapatkan energi ini hanyalah penginstalan alat pengkonversi energi terbarukan tersebut menjadi energi yang siap pakai oleh masyarakat luas. Untuk mendapatkannya, bisa dibilang gratis. Karena hanya dengan mengubah energi yang berada di alam kita sudah dapat mendapatkan energi yang kita butuhkan. Tentu sangat berbeda apabila kita harus menggunakan energi fosil. Banyak biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan energi dari energi fosil ini. Belum lagi harga bahan baku energi ini seperti minyak bumi yang kian hari semakin mahal, yang disebabkan semakin berkurang jumlah dari minyak bumi tersebut di alam.

                Sekiranya itulah keuntungan yang didapat apabila kita menggunakan energi terbarukan. Tentu dengan digalakkannya penelitian dan pengembangan teknologi pada bidang ini, keuntungan yang didapat akan menjadi lebih banyak. Dengan digunakannya energi terbarukan ini kita dapat ikut andil dalam melestarikan lingkungan dan bumi. Namun, yang terpenting dari penggunaan energi terbarukan ini adalah bertambahnya pasokan jumlah energi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat lebih ditingkatkan. Karena sudah dapat didukung oleh energi yang memadai.
                Namun, timbul pertanyaan apakah dengan digunakannya energi terbarukan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Jawabannya bisa. Dengan energi terbarukan ini masyarakat yang tersuplai energi bisa bertambah banyak. Karena dengan adanya energi terbarukan daerah yang dijangkau dapat lebih banyak. Contohnya, apabila didaerah pesisir pantai terdapat suatu desa yang sulit dijangkau, maka dengan energi alternative terbarukan ini desa tersebut dapat terjangkau energi, seperti energi listrik. Dan dengan energi ini pula desa tersebut dapat tersuplai listrik secara terus menerus. Desa ini dapat memanfaatkan angin laut yang cukup kencang untuk dijadikan sebagai sumber energi. Yang selanjutnya akan diubah menjadi energi lain, seperti energi listik yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Maka jelas lah bahwa energi terbarukan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
                Selain itu dengan menggunakan energi alternative juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat luas bahwa energi  tidak hanya berasal dari energi  fosil saja. Melainkan dapat berasal dari alam sekitar yang jumlahnya sangat melimpah disekitar mereka. Dengan adanya pembelajaran ini maka diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih kritis dan peka terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan beralih dari penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan.
               
KESIMPULAN:
                Energi terbarukan dapat menjadi alternative energi saat ini. Dimana energi fosil yang kian hari semakin menipis jumlahnya dan semakin mahal. Walau energi ini masih mempunya teknologi yang terbatas namun, setidaknya apabila terus dilakukan riset dan penelitian akan teknologi ini maka kita akan memasuki era baru dimana kita dapat menciptakan energi sendiri dan tidak bergantung pada apa yang tersedia secara terbatas di alam. Terlebih energi ini juga akan berdampak besar bagi masyarakat luas, baik itu perkeonomian, pendidikan, social dan politik. Dengan terpenuhinya energi bagi setiap orang dan bahkan negara maka akan didapatkan keseimbangan antara alam dan manusia. Sehingga kerusakan kerusakan dan konflik yang ada, yang kebanyakan disebabkan oleh perebutan energi fosil dapat dihindari dan mungkin tidak akan terjadi lagi.